ANALISA USAHA BUDIDAYA LELE


Oleh     : Rory Sera
Lokasi  : Desa Terung, Krian

·      Data Panen
Padat Tebar Larva      = 6000/bak oval (7 ton air)
Jumlah Bak                 = 2 bak oval
Jumlah Bak yang dipanen/3bulan =  2bak
SR (Survival Rate)     = 70 %
Size Benur                  = 5-6 cm

·      Biaya Investasi

Jenis
Jumlah
 (unit)
Harga satuan
(Rp)
Jumlah
(Rp)
UE
(Tahun)
Penyusutan/periode
(Rp)
1
Tanah
1
100.000.000
-
-
-
2
Instalasi listrik
1
500.000
500.000
5
8.500
3
Instalasi air
1
500.000
500.000
5
8.500
4
Termometer
3
20.000
60.000
3
1.700
5
pH Meter
1
3.000.000
3.000.000
5
50.000
6
Alat Panen (Bak, Seser, Keranjang)
1 set
600.000
600.000
3
17.000
7
Alat kantor
1 set
200.000
200.000
3
5.600
8
Terpal (d=3 t=1)
2
200.000
400.000
3
11.200
9
Kerangka Besi
2
750.000
1.500.000
5
25.000


TOTAL
4.860.000


127.500


·      Biaya Tetap
No.
Uraian Bahan
Harga Satuan/periode (Rp)
Jumlah
Jumlah Harga (Rp)
1
Biaya penyusutan
-
1 bulan
127.500
2
Biaya perawatan alat
50.000
1 bulan
50.000
3
Biaya perawatan bangunan
25.000
1 bulan
25.000
4
Listrik
300.000
1 bulan
300.000
Total Biaya tetap per periode
502.500
Total Biaya tetap per tahun
6.030.000

·      Biaya Variabel (Periode 3 Bulan)
No.
Jenis
Jumlah unit
Satuan unit
Harga satuan
(Rp)
Jumlah
(Rp)
1
Benih
12.000
Ekor
140
1.680.000
2
Pakan
Pelet
20
Sak (isi 30 kg)
300.000
6.000.000
Dedak
18
Kg
3.000
54.000
Molase
18
Liter
14.000
600.000
Probiotik (EM4)
6
Liter
20.000
120.000
3
Bahan kimia
Chlorin
1
Jirigen
80.000
80.000
Detergen
1
Kg
9.000
9.000
Lain – lain
100.000
6
Biaya Transportasi
700.000
Biaya Tak Terduga
200.000
Total Biaya Variabel 1 periode
9.543.000
Total Biaya Variabel 1 tahun
38.172.000

·      Biaya Operasional
Biaya Operasional = Biaya Tetap + Biaya Variabel
                               = 502.500 + 9.543.000
                               = Rp. 10.045.000 ,00

·      Penerimaan
Jumlah total panen             = 6000 ekor/bak
                                           = 2 bak x 6.000 ekor
                                           = 12.000 ekor
1 Kg (isi 10) = 12.000 ekor X 100 gram = 1.200 Kg
Harga / kg              = Rp. 15.000,00
Penerimaan = Jumlah total panen x Harga jual benih x Kelangsungan hidup
                     = 1.200 Kg x Rp. 15.000 x 70%
                     = Rp. 12.600.000,00

·      Keuntungan
Keuntungan = Penerimaan – Biaya Operasional
                    = Rp. 12.600.000,00 - Rp. 10.045.000,00
 = Rp. 2.555.000 ,00

·      Analisa Kelayakan
1.   Rasio Penerimaan dan Biaya (R/C Rasio)
= penerimaan : biaya operasional
= Rp. 12.600.000,00 : Rp. 10.045.000,00
= 1.25
Karena rasio R/C lebih besar daripada 1, maka usaha layak dijalankan

2.   Jangka waktu pengembalian
= (investasi : keuntungan) x 1 periode
= (4.860.000 : 2.555.000) X 3 bulan
= 5.7 bulan
Modal usaha budidaya pembesaran ikan lele di kolam terpal akan kembali setelah 5.7 bulan atau ± 6 bulan (2 periode)

3.   Titik impas  (Break Event Point)
BEP volume produksi        = total biaya / harga per unit
                                    = Rp. 10.045.000 / Rp.15.000
                                    = 669.6 kg
Titik impas akan dicapai saat kolam budidaya dapat menghasilkan ikan lele sebanyak 669.6 kg.
BEP harga produksi           = total biaya / total produksi
                                    = Rp. 10.045.000 / (1.200 Kg x 70%)
                                    = Rp 11.958/kg

Sumber :
Prymiastanto, M. 2005. Business Plan Sebagai Aplikasi Ekonomi Perikanan. Malang: PT Bahtera. 28 halaman.

Riyanto, B. 2011. Dasar dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta: BPFE. 398 halaman

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untungnya Ada Mereka